Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya” (Kolose 3:9-10)
Mendengar istilah “manusia baru” pasti membuat kita berpikir tentang orang percaya sebagai ciptaan baru.. Begitu banyak buku ditulis tentang manusia baru, tetapi hampir semuanya membahas tentang manusia individu yang baru. Konsep manusia baru bukanlah berbicara tentang manusia individu yang hidup independen. Karena Paulus berkata, “Sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,”(Efesus 2:15). Manusia Baru adalah Tuhan Yesus itu sendiri, sedangkan kita adalah ciptaan baru yang mengambil gambar rupa Manusia Baru sebagai teladan dalam membangun gaya hidup Kristus.
Sebelum kita membahas mengenai manusia baru, maka kita perlu tahu minimal 2 cirri-ciri manusia lama. Ciri manusia lama yang pertama, “Pengertiannya gelap”, karena dia hidup tanpa arah dan tujuan yang jelas, dia juga tidak berjalan dalam hikmat dan pengertian ilahi, karakternya masih seperti karakter orang yang belum mengenal Tuhan, tidak berpikir panjang, gampang emosi, mudah terpancing amarah, gampang memilih jalan pintas, sering mengambil keputusan yang keliru, dan menjadi seorang yang masa bodoh terhadap masalah orang lain. Ciri kedua yaitu, “hidup jauh dari persekutuan dengan Tuhan”. Artinya tidak menjadikan Tuhan menjadi pusat hidupnya. Ia tidak memiliki hubungan pribadi yang baik dengan Tuhan.
Pribadi yang mengenakan Manusia Baru adalah pribadi yang haus dan lapar untuk mengenal Kristus sehingga dia akan mengalami pembaharuan hidup yang dikerjakan oleh Roh Kudus. Pengenalan akan Kristus itu bukan sekedar mengetahui yang baik dan benar dari karakterNya namun lebih dari itu mereka akan menjadikan Kristus sebagai model dan pusat perubahan hidup sampai Kristus bersinar melalui hidupnya dan menjadikan cara Kristus sebagai gaya hidupnya. Ciri orang yang hidup mengenakan manusia baru adalah orang yang berpikir seperti Kristus. Mari kita bersama baca dalam injil Roma 12:2 dan Efesus 4:23-24, artinya kita perlu Pembaharuan pikiran yang terus menerus seperti cara Kristus berpikir dan berbuat seperti cara Kristus berbuat. Yang kedua manusia baru akan hidup dalam komunitas baru artinya untuk memurnikan, memperkaya dan menyempurnakan pribadi yang diperbaharui oleh Manusia Baru, kita perlu tinggal dalam komunitas orang-orang percaya yang akan menolong kita saling memperhatikan, menegur, mengasihi agar kita tidak hidup lagi menggunakan gaya hidup manusia lama kita.
TOPIK SHARING:
Sudahkan Manusia Baru menjadi teladan gaya hidup kita secara pribadi maupun dalam komunitas? Diskusikan!
No comments:
Post a Comment