Wednesday, January 22, 2014

KITA ADA BUKAN KARENA KEBETULAN



“Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka
berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan
atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”
(Kejadian 1:26)

Jauh sebelum kita dilahirkan, kita telah ada dalam pikiran Allah. Kita hidup karena Ia berkehendak menjadikan kita semua. Dia juga telah menentukan bakat-bakat alamiah dan keunikan pribadi yang kita miliki. Tuhan menjadikan kita untuk suatu tujuan, maka Dia juga telah menetapkan kapan kita dilahirkan dan berapa lama kita akan hidup. Kebangsaan kita bukanlah suatu kebetulan dan tidak ada suatu hal pun di dalam hidup kita yang kebetulan. Semuanya adalah untuk sebuah tujuan.

Hal yang paling menakjubkan adalah Tuhan memutuskan bagaimana kita akan dilahirkan. Tidak peduli apakah orangtua kita baik, jahat, atau kurang perhatian, Tuhan mempunyai rencana dalam menjadikan kita. Tuhan mengetahui bahwa orangtua kita memiliki kombinasi genetik yang tepat untuk menjadikan kita seperti yang ada dalam pikiranNya. Oleh karena itu tidak ada anak haram. Banyak anak tidak direncanakan oleh orangtuanya, tetapi mereka telah ada dalam rencana Tuhan.

Tuhan tidak pernah melakukan apapun secara tidak sengaja dan Dia tidak pernah membuat kesalahan. Ia mempunyai alasan untuk setiap ciptaanNya. Setiap orang dirancang dengan sebuah tujuan dalam pikiranNya. Kasih adalah motif Tuhan menjadikan kita. Tuhan telah memikirkan kita bahkan sebelum Ia menciptakan dunia. Tuhan merancang alam semesta hanya agar kita dapat hidup di dalamnya. Kita adalah fokus kasihNya dan yang paling berharga dari seluruh ciptaanNya.

Mengapa Tuhan melakukan semua ini? Mengapa Ia menciptakan jagad raya bagi kita? Karena Ia adalah Tuhan yang Maha Kasih. Alkitab berkata Tuhan adalah kasih, karakter ini adalah esensi dari Tuhan. Ia berkehendak menciptakan kita untuk mengungkapkan kasihNya. Kita akan menemukan makna dan tujuan hidup hanya ketika kita menjadikan Allah sebagai titik acuan hidup.


SASARAN BERSAMA (5-10 MENIT) 
1.    Sharingkan apa yang menjadi rencana Tuhan dalam hidup saudara!
2.  Ambil komitmen untuk terus belajar Firman Tuhan supaya tau apa yang menjadi rencanaNya dalam hidup kita.  
 



No comments:

Post a Comment