Monday, June 24, 2013

INTEGRITAS AYUB


Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.”
(Ayub 1:1) 

Apa yang timbul dalam pikiran Saudara ketika membaca Ayub 1:1-5? Hampir-hampir tidak percaya bukan? Jarang sekali kita menjumpai orang yang berhasil dalam segala aspek kehidupannya, baik bisnis, keluarga, sosial, maupun rohani seperti Ayub.  

Tentang integritas Ayub, empat kata digunakan dalam Ayub 1:1: saleh, jujur, takut akan Allah, dan menjauhi kejahatan. Karena sikapnya di hadapan Allah (spiritualitas) dan terhadap sesama  saling menunjang, maka terciptalah suatu kepribadian yang berintegritas. Saleh berpasangan dengan takut akan Allah adalah prinsip yang membuat Ayub jujur serta menjauhi kejahatan. Kesalehan adalah hasil dari sikap takut akan Allah. Jadi, integritas moral adalah akibat dari orang memiliki integritas spiritual.

Kesalehan atau takut akan Allah adalah faktor utama keberhasilan Ayub dalam berbisnis, bergaul, dan berkeluarga. Jumlah harta yang ia miliki (Ayub 1:2-3) bukan hanya menggambarkan kelimpahan tetapi juga batasan. Sebanyak-banyaknya harta yang ita miliki itu tetap tidak kekal, bukan sesuatu yang tidak terbatas. Memang, alangkah banyaknya harta milik Ayub, demikian juga betapa diberkatinya Ayub dalam hal keturunan. Penundukkan diri Ayub kepada Allah adalah rahasia kecukupan dan kelimpahan hidup Ayub. Ia bukan pemilik tetapi hamba yang mengelola semua karunia Allah dengan penuh integritas. Itulah hidup yang penuh berkat.

Ketika Ayub kehilangan semua hartanya, Ayub berkata, "Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah nama Tuhan!" Ayub menyadari bahwa segala yang pernah dimilikinya adalah pemberian dan kepercayaan dari Tuhan. Ia bersyukur bisa menikmatinya walau hanya sejenak, dan ia bersedia melepaskannya. Ayub tidak menggenggam erat-erat harta miliknya sebab ia tahu bahwa memang bukan dia pemiliknya. Apakah yang terpenting dalam kehidupan Saudara selama ini? Berkat Tuhan atau Tuhan yang menjadi sumber berkat?
 
SASARAN BERSAMA (5-10 MENIT) 
1.    Menurut Amsal 8:13, Maz.128:1 sikap-sikap seperti apa yang dimaksud dengan takut akan Tuhan?
2.    Menurut Mazmur 119:9 bagaimana caranya supaya kita bisa memiliki hati yang takut akan Tuhan?
3.    Menurut Amsal 14:26, 22:4 apa saja berkat-berkat Tuhan bagi orang yang takut akan Tuhan?
4.    Setiap anggota FC terus mengembangkan gaya hidup Penginjilan dan Pemuridan di masing-masing kelompok FC sehingga menghasilkan Multiplikasi yang berdampak dan Nama Tuhan dipermuliakan.
 


 

 


 

No comments:

Post a Comment