"Orang Filistin menyergap engkau, Simson!" Maka terjagalah ia
dari tidurnya serta katanya: "Seperti yang sudah-sudah, aku akan bebas dan
akan meronta lepas." Tetapi tidaklah diketahuinya, bahwa TUHAN telah
meninggalkan dia.”
(Hakim-Hakim 16:20)
Menurut Kitab
Hakim-Hakim, dosa adalah
"melakukan apa yang jahat di mata TUHAN" (Hak.13:1).
Lalu apa yang jahat di mata TUHAN, yang dilakukan oleh Simson? Salah satunya
adalah mudah jatuh hati pada
wanita sehingga melupakan Tuhan (Hakim 16:1,
4). Inilah kelemahan Simson, yang bertentangan dengan panggilannya sebagai
nazir Allah, yang ditugaskan untuk melepaskan Israel dari bangsa Filistin.
Kelemahan ini pula yang kemudian menjauhkannya dari Tuhan.
Karena tidak
tahan dengan rengekan dan godaan
Delila, akhirnya Simson membuka rahasia kenazirannya (Hak.16:16-17).
Demi uang, Delila tega menyerahkan orang yang mencintai dia (Hak.16:5).
Simson sendiri terlalu percaya diri. Ia mengira bahwa kekuatan fisik akan
menolong dia mengatasi segala situasi. Ia lupa akan ikrar kenaziran yang harus
dipegang erat-erat. Sikap kompromi terhadap dosa membuat ia mengabaikan ikrar
kenaziran satu persatu. Maka bukan
kehilangan rambut sebenarnya yang menjadi penyebab utama Simson kehilangan
kekuatan, tetapi Tuhan telah meninggalkan dia (Hakim-Hakim16:20).
Tidak adanya
komitmen yang sungguh-sungguh untuk mendedikasikan diri pada Allah, membuat
hidup Simson berakhir tragis. Kelemahan Simson dalam hal moral dan kerohanian
bertolak belakang dengan kekuatan fisiknya. Simson mengira bahwa dosa tidak
perlu dianggap serius. Tidak adanya teguran atau hukuman Allah saat berbuat
dosa, membuat orang mengira bahwa Allah tidak memperhitungkan dosa itu. Simson tidak tahu bahwa Allah
memang panjang sabar, tetapi Ia juga adalah Allah yang kudus, adil dan benar.
Ini menjadi peringatan bagi kita untuk tidak berkompromi dengan dosa. Ikuti Kristus dan hiduplah seperti Dia!
No comments:
Post a Comment