“...haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan
membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam
perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.”
(Ulangan 6:7)
Salah satu cara
untuk mengungkapkan kasih kepada Allah (Ul.6:5) ialah mempedulikan
kesejahteraan rohani anak-anak kita dan berusaha menuntun mereka kepada
hubungan yang intim dan akrab dengan
Allah.
1.
Pembinaan rohani anak-anak seharusnya merupakan
perhatian utama semua orangtua dan
lingkungan di mana anak-anak berada.
2.
Pengarahan rohani harus berpusat di rumah, dan
melibatkan ayah dan ibu. Pengabdian kepada Allah di dalam rumah tangga wajib dilakukan. Hal itu adalah perintah langsung
dari Tuhan.
3.
Tujuan dari pengarahan oleh orangtua ialah agar mengajar anak-anak untuk takut
akan Tuhan, hidup sesuai jalanNya,
mengasihi dan menghargai Dia, serta melayani Dia dengan segenap hati dan jiwa.
4.
Orang percaya harus dengan tekun memberikan kepada
anak-anaknya pendidikan yang berpusatkan Allah di mana segala sesuatu dihubungkan
dengan Allah dan FirmanNya.
5.
Orangtua diperintahkan untuk mengajarkan tentang Allah
dan seluruh kebenaranNya kepada anak-anak dengan rajin dan berulang-ulang. Orangtua
tidak boleh malas, menunda-nunda dan lamban dalam mengajarkan
Firman karena anak-anak terus bertumbuh.
Kehidupan rohani anak-anak adalah
tanggung-jawab orangtua,
bukan tanggung-jawab guru
agama di sekolah atau guru Gereja
Anak. Orangtua diberi kewajiban memimpin anak-anak untuk mengenal kebenaran di dalam Kristus.
Mari kita gunakan waktu yang ada untuk membicarakan Kristus dan menanamkan nilai-nilai kebenaran Firman
Tuhan kepada anak-anak kita, kapanpun
dan di manapun kita berada.
No comments:
Post a Comment