“Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana
kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif dan
pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.” (Efesus 5:15)
Kata
“pergunakan waktu yang ada” dalam Alkitab bahasa Inggris disebut “redeeming the time” artinya tebus waktu. Tetapi dalam bahasa Yunani
memiliki pengertian beli habis waktu.
Dengan kata
lain, ‘Pergunakanlah waktu yang ada
berarti memanfaatkan setiap peluang yang
ada dengan sebaik-baiknya jangan membiarkan waktu berlalu begitu saja tanpa
memanfaatkannya sebaik-baiknya untuk kemuliaan Tuhan.
Konon ketika Archis, seorang hakim di Kota Thebes,
Yunani Kuno sedang menikmati anggur dengan para perwira setempat, tiba-tiba
datanglah seorang kurir yang membawa sepucuk surat yang berisi tentang
pemberitahuan bahwa ada persekongkolan yang hendak menghabisi nyawanya. Maka ia
diperingatkan agar segera melarikan diri ke tempat yang aman.
Archis menerima surat itu, tetapi menunda untuk
membuka dan membacanya, ia memasukkannya ke kantong, sambil berucap,
"Urusan bisnis besok pagi saja!" Dia pikir, nanti atau besok juga
masih ada waktu. Ternyata pikiran Archis salah. Dia harus membayar mahal "hanya"
karena menunda untuk membaca surat tersebut. Ketika surat masih di dalam
kantongnya, ia sudah ditangkap. Dan setelah ditangkap oleh orang-orang yang
membencinya, ia baru membuka dan membaca surat dari kurir tersebut. Ia pun
menyesal. Namun penyesalannya tidak bisa menolong apa-apa. Semua sudah
terlambat. Keesokan harinya ia didapati sudah tewas.
Mari kita menggunakan waktu dengan efisien dan efektif
untuk kemuliaan Nama Tuhan, bukan untuk hidup dalam
berbagai kecemaran dosa yang menyesatkan dan membawa kepada kebinasaan. Waktu
yang Tuhan berikan adalah kesempatan untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang
baik. Jangan sia-siakan waktu. Kita takkan dapat memperoleh kembali
waktu yang hilang tersebut!
No comments:
Post a Comment