“Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh. Dan ada
rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan. Dan ada
berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang.” (I Korintus 12:4-6)
"Karunia-karunia Roh" (Yunani “charismata”, berasal dari kata “charis” yang artinya "kasih karunia") menunjukkan bahwa karunia
rohani mencakup, baik
motivasi batin dan kuasa untuk menyelenggarakan pelayanan (pemberian kesanggupan),
yang berasal dari Roh Kudus;
karunia semacam itu memberi kekuatan rohani kepada Tubuh Kristus dan mereka yang memerlukan
pertolongan (I Kor.12:4;
Ef.4:11; I Pet.4:10).
Bagi rasul Paulus karunia adalah suatu pemberian anugerah
Allah untuk kepentingan umatNya. Karunia bukan diberikan Allah agar menambah gengsi seseorang. Rasul Paulus ingin menekankan bahwa
karunia, apapun jenisnya, Pemberinya adalah Roh Kudus. Penekanan rasul Paulus adalah pada Allah Sang Pemberi karunia itu, bukan pada orang yang
mendapatkan karunia itu ataupun jenis-jenis karunia tersebut.
Menurut rasul Paulus, Roh Kudus memberi karunia yang berbeda-beda kepada
setiap orang percaya dan semua karunia-karunia yang beraneka-ragam itu harus digunakan untuk membangun
jemaat. Menurut rasul Paulus,
salah satu bukti nyata dari
karunia Roh adalah adanya pembangunan jemaat atau Tubuh Kristus (Rm.12:2-5: I Kor.12: 16, I Kor.12:14).
Bagi rasul Paulus, karunia dengan pelayanan jemaat adalah
sebuah bagian yang utuh dan tidak bisa dipisahkan. Jemaat yang memiliki karunia
namun tidak menggunakan karunia tersebut untuk melayani Tubuh Kristus, sebenarnya telah menyangkal
hakikat dari tujuan pemberian karunia rohani tersebut. Semua karunia-karunia
rohani diberikan untuk memperlengkapi orang percaya dalam melakukan pelayanan dan pembangunan Tubuh Kristus.
No comments:
Post a Comment