“...sekalipun aku
membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku
untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih,
sedikit pun tidak ada faedahnya bagiku.” (I Korintus 13:3)
Di balik setiap
tindakan yang manusia lakukan, pasti ada motivasi. Namun, dalam kehidupan
kekristenan, setiap tindakan orang percaya
harus didasari oleh motivasi yang sama, yaitu KASIH. Rs. Paulus menjelaskan bahwa dalam kehidupan orang
Kristen, kasih bukan sekadar
identitas atau ciri kekristenan tetapi jiwa dan jati diri orang percaya. Dengan demikian, kasih
adalah sesuatu yang mutlak ada dalam kehidupan orang Kristen.
Penjelasan Rs. Paulus tidak berhenti sampai di
situ. Selanjutnya ia mengatakan bahwa semua karunia yang orang Kristen miliki,
tidak berarti apa-apa jika tidak didasari oleh kasih. Rs. Paulus memberikan suatu pengajaran yang
sangat keras kepada orang Kristen karena menyangkut keberadaan mereka sebagai
milik Kristus, dan hidup di dalam Kristus.
Penekanan Rs. Paulus tentang kasih sebagai
jiwa dan jati diri kekristenan kepada jemaat di Korintus saat itu merupakan salah satu bentuk ungkapan
yang memprihatinkan dirinya.
Jemaat di Korintus yang merasa dirinya
memiliki karunia dari Tuhan, menjadi sombong dan mulai menganggap bahwa diri
mereka lebih tinggi tingkatannya dibandingkan dengan jemaat yang tidak memiliki
karunia-karunia Roh. Karena
itu, Rs. Paulus menegaskan bahwa
kepandaian berbicara, bernubuat, memiliki hikmat dan pengetahuan manusia jika
tidak disertai KASIH, hanya
akan menciptakan kegaduhan, dan membuat dirinya tidak berharga (I Korintus
13:1-3).
Penekanan Rs. Paulus ini memberikan pelajaran
penting bagi kita, yaitu
bahwa kita adalah orang yang dihidupkan oleh Kristus dan bagi Kristus. Karena
itu, kitalah yang harus menyatakan kasih Kristus itu
dalam segala aspek kehidupan kita. Lakukan dan landasi segala aktivitas hidup
kekristenan Saudara dengan
kasih Kristus.
No comments:
Post a Comment