Wednesday, October 9, 2013

MELAYANI DENGAN KASIH



...sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku
untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikit pun tidak ada faedahnya bagiku.(I Korintus 13:3)

Di balik setiap tindakan yang manusia lakukan, pasti ada motivasi. Namun, dalam kehidupan kekristenan, setiap tindakan orang percaya harus didasari oleh motivasi yang sama, yaitu KASIH.  Rs. Paulus menjelaskan bahwa dalam kehidupan orang Kristen, kasih bukan sekadar identitas atau ciri kekristenan tetapi jiwa dan jati diri orang percaya. Dengan demikian, kasih adalah sesuatu yang mutlak ada dalam kehidupan orang Kristen.

Penjelasan Rs. Paulus tidak berhenti sampai di situ. Selanjutnya ia mengatakan bahwa semua karunia yang orang Kristen miliki, tidak berarti apa-apa jika tidak didasari oleh kasih. Rs. Paulus memberikan suatu pengajaran yang sangat keras kepada orang Kristen karena menyangkut keberadaan mereka sebagai milik Kristus, dan hidup di dalam Kristus.

Penekanan Rs. Paulus tentang kasih sebagai jiwa dan jati diri kekristenan kepada jemaat di Korintus saat itu merupakan salah satu bentuk ungkapan yang memprihatinkan dirinya.

Jemaat di Korintus yang merasa dirinya memiliki karunia dari Tuhan, menjadi sombong dan mulai menganggap bahwa diri mereka lebih tinggi tingkatannya dibandingkan dengan jemaat yang tidak memiliki karunia-karunia Roh. Karena itu, Rs. Paulus menegaskan bahwa kepandaian berbicara, bernubuat, memiliki hikmat dan pengetahuan manusia jika tidak disertai KASIH, hanya akan menciptakan kegaduhan, dan membuat dirinya tidak berharga (I Korintus 13:1-3).

Penekanan Rs. Paulus ini memberikan pelajaran penting bagi kita, yaitu bahwa kita adalah orang yang dihidupkan oleh Kristus dan bagi Kristus. Karena itu, kitalah yang harus menyatakan kasih Kristus itu dalam segala aspek kehidupan kita. Lakukan dan landasi segala aktivitas hidup kekristenan Saudara dengan kasih Kristus.

No comments:

Post a Comment