Monday, February 10, 2014

KITA DICIPTAKAN UNTUK KEKEKALAN



Aku menganggap sebagai kewajibanku untuk tetap mengingatkan kamu akan semuanya itu selama aku belum menanggalkan kemah tubuhku ini. Sebab aku tahu, bahwa aku akan segera menanggalkan kemah tubuhku ini, sebagaimana yang telah diberitahukan kepadaku oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.
(II Petrus 1:13-14)



Kehidupan saat ini adalah persiapan untuk kehidupan yang berikutnya, karena kita diciptakan untuk suatu kehidupan  kekal. Alkitab berkata bahwa Tuhan telah menanamkan kekekalan di dalam hati manusia. Kita memiliki naluri alamiah untuk merindukan kekekalan karena kita dirancang sesuai citraNya yang kekal. Tubuh jasmaniah hanyalah tempat tinggal sementara untuk roh kita. Alkitab menyebut tubuh jasmaniah kita adalah sebuah “tenda”, sedangkan tubuh masa depan kita adalah sebuah “rumah” (II Petrus 1:13-14).

Hidup di bumi menawarkan banyak pilihan, sedangkan kekekalan menawarkan dua pilihan, Sorga atau Neraka. Jika kita mengasihi dan mempercayai Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, kita akan diundang untuk masuk dalam kekekalan bersamaNya di Sorga. Namun, jika menolak kasih, pengampunan dan keselamatanNya, kita akan menjalani masa kekekalan terpisah dari Tuhan selamanya.

Ketika kita memahami sepenuhnya bahwa di dalam kehidupan sekarang ini ada makna yang lebih daripada sekedar menjalani hidup, banyak kegiatan, bahkan masalah yang tadinya membebani kita akan kelihatan mudah. Pada saat kita hidup dalam kesadaran akan kekekalan, nilai-nilai kita terhadap kehidupan akan berubah. Contoh: kita akan menggunakan waktu dan uang dengan lebih bijaksana. Kita akan menempatkan prioritas yang lebih tinggi kepada hubungan dan karakter dibandingkan dengan ketenaran, kekayaan, prestasi, bahkan kesenangan hidup.

Tuhan Yesus mempunyai sebuah tujuan bagi hidup kita, tetapi hal itu tidak berakhir begitu saja di dunia. RencanaNya mencakup jauh lebih luas daripada waktu yang kita habiskan di bumi. Seperti halnya sembilan bulan dalam kandungan ibu yang bukanlah sebuah akhir melainkan sebuah persiapan kehidupan, demikian pula kehidupan saat ini adalah persiapan untuk kehidupan berikutnya. Kita tidak perlu takut terhadap kematian jika kita beriman kepada Tuhan Yesus. Kematian akan menjadi hari kelahiran kita dalam kekekalan.


SASARAN BERSAMA (5-10 MENIT) 
Menurut Roma 10:9-13, apa yang harus dilakukan oleh seseorang supaya ia memperoleh hidup yang kekal? Sharingkan!
 



No comments:

Post a Comment