“Aku
menganggap sebagai kewajibanku untuk tetap mengingatkan kamu akan semuanya itu
selama aku belum menanggalkan kemah
tubuhku ini. Sebab aku tahu, bahwa aku akan segera
menanggalkan kemah tubuhku ini,
sebagaimana yang telah diberitahukan kepadaku oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.”
(II Petrus 1:13-14)
Kehidupan saat ini adalah persiapan untuk
kehidupan yang berikutnya, karena kita diciptakan untuk suatu kehidupan kekal. Alkitab berkata bahwa Tuhan telah
menanamkan kekekalan di dalam hati manusia. Kita memiliki naluri alamiah untuk merindukan kekekalan
karena kita dirancang sesuai citraNya yang kekal. Tubuh jasmaniah hanyalah tempat
tinggal sementara untuk roh kita. Alkitab menyebut tubuh jasmaniah kita adalah
sebuah “tenda”, sedangkan tubuh masa depan kita adalah sebuah “rumah” (II
Petrus 1:13-14).
Hidup di bumi menawarkan banyak pilihan, sedangkan
kekekalan menawarkan dua pilihan, Sorga atau Neraka.
Jika kita mengasihi dan mempercayai Yesus Kristus sebagai Tuhan dan
Juruselamat, kita akan diundang untuk masuk dalam kekekalan bersamaNya di Sorga. Namun, jika menolak kasih,
pengampunan dan keselamatanNya, kita akan menjalani masa kekekalan terpisah
dari Tuhan selamanya.
Ketika kita memahami sepenuhnya bahwa di dalam
kehidupan sekarang ini ada makna yang lebih daripada sekedar menjalani hidup,
banyak kegiatan, bahkan masalah yang tadinya membebani kita akan kelihatan
mudah. Pada saat kita hidup dalam
kesadaran akan kekekalan, nilai-nilai kita terhadap kehidupan akan berubah. Contoh: kita akan menggunakan waktu dan uang dengan lebih
bijaksana. Kita akan menempatkan prioritas yang lebih tinggi kepada hubungan
dan karakter dibandingkan dengan ketenaran, kekayaan, prestasi, bahkan
kesenangan hidup.
Tuhan
Yesus mempunyai sebuah tujuan bagi hidup kita, tetapi hal itu tidak berakhir
begitu saja di dunia. RencanaNya mencakup jauh lebih luas daripada waktu yang
kita habiskan di bumi. Seperti halnya sembilan bulan dalam kandungan ibu yang
bukanlah sebuah akhir melainkan sebuah persiapan kehidupan, demikian pula
kehidupan saat ini adalah persiapan untuk kehidupan berikutnya. Kita tidak perlu
takut terhadap kematian jika kita beriman kepada Tuhan Yesus. Kematian akan menjadi
hari kelahiran kita dalam kekekalan.
SASARAN
BERSAMA (5-10 MENIT)
Menurut Roma 10:9-13, apa yang harus dilakukan oleh seseorang supaya ia
memperoleh hidup yang kekal? Sharingkan!
No comments:
Post a Comment