“Jadi kami ini
adalah utusan-utusan Kristus …”
(II Korintus 5:20)
Perspektif kita tentang kehidupan akan mempengaruhi
bagaimana kita menginvestasikan waktu, menggunakan uang, memanfaatkan talenta
dan menghargai relasi-relasi. Jika ditanya tentang kehidupan, gambaran apa yang
akan muncul di benak kita? Gambar yang muncul itulah metafora kehidupan, yaitu
gambaran kita tentang kehidupan.
Untuk memenuhi tujuan Tuhan, kita harus membuang hikmat
duniawi dan menerima serta menggunakan pandangan tentang kehidupan yang sesuai
Alkitab. Ada tiga gambaran
kehidupan alkitabiah:
1. KEHIDUPAN ADALAH SEBUAH UJIAN.
Tuhan secara berkesinambungan menguji karakter, iman,
ketaatan, kasih, integritas, dan loyalitas umatNya. Allah menguji Adam dan Hawa
di Taman Eden. Tuhan menguji Abraham dengan memintanya mengorbankan anaknya.
Alkitab memberikan contoh orang-orang yang berhasil dan gagal dalam ujian besar
seperti Yusuf, Daud, Rut dan Daniel.
Bentuk ujian Tuhan dapat berupa perubahan-perubahan yang
terjadi dalam hidup, janji yang tertunda, masalah yang mustahil, doa yang tak
terjawab, kritik yang tidak layak kita terima, bahkan tragedi yang tidak masuk
akal.
2. KEHIDUPAN ADALAH SEBUAH KEPERCAYAAN.
Sesungguhnya kita tidak pernah memiliki apapun selama
hidup di bumi sebab segala sesuatu yang
kita nikmati di dunia adalah milik Tuhan yang diberikan kepada kita karena
kepercayaan Tuhan. Pada akhir kehidupan nanti, kita akan dievaluasi dan diberi
upah sesuai dengan bagaimana kita mengelola apa yang telah Tuhan percayakan
kepada kita. Banyak orang gagal menyadari bahwa uang adalah sebuah ujian dan
amanat dari Tuhan. Bagaimana kita menggunakan uang adalah sebuah ujian bagi
kita untuk mengetahui apakah kita dapat dipercaya oleh Allah. Masalah keuangan
seringkali dipergunakan Allah untuk mengajar kita supaya kita lebih
mempercayaiNya. Semakin banyak Tuhan memberi, semakin banyak pula
tanggung-jawab yang dituntut dari kita (Lukas 12:48b).
3. KEHIDUPAN
ADALAH SEBUAH TUGAS SEMENTARA.
Untuk memahami kehidupan dengan sebaik-baiknya, kita
tidak boleh melupakan akan dua kebenaran alkitabiah berikut:
-
Dibandingkan dengan kekekalan, kehidupan saat ini teramat singkat
-
Bumi hanyalah sebuah tempat tinggal sementara bagi kita
Di mata Tuhan, pahlawan-pahlawan iman terhebat bukanlah
mereka yang mencapai kelimpahan, keberhasilan dan kuasa dalam hidup ini, tetapi
mereka adalah orang-orang yang memperlakukan kehidupan ini sebagai penugasan
sementara, melayani dengan setia dan berharap pada upah yang dijanjikan di Surga.
SASARAN
BERSAMA (5-10 MENIT)
Alkitab menyatakan bahwa
kita adalah “duta-duta Kristus” (II Korintus 5:20). Dengan demikian Tuhan
memperingatkan kita agar tidak terikat dengan apa yang ada di dunia sebab
semuanya itu hanya sementara. Apabila kita terikat dengan sesuatu yang ada di
dalam dunia ini bagaimana dampaknya terhadap kehidupan kita secara keseluruhan?
Sharingkan!
No comments:
Post a Comment